Sabtu, 18 Februari 2017
Pertimbangan pemilihan jenis pasak pada gigi setelah perawatan endodontik
Minggu, 27 Juli 2014
Anatomi temporo mandibula joint
Minggu, 20 Juli 2014
Identifikasi Medikolegal
Minggu, 13 Juli 2014
GIC sebagai salah satu bahan pengisi saluran akar
Minggu, 06 Juli 2014
Glass Ionomer Cement
Jumat, 27 Juni 2014
Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Perawatan Saluran Akar
Perawatan endodontik dapat didefinisikan sebagai perawatan atau tindakan yang diambil untuk mempertahankan gigi vital, gigi yang rusak atau non vital dalam keadaan berfungsi di lengkung gigi. Kegagalan terjadi bila pasien menghubungi karena mengeluhkan gejala nyeri yang hebat. Gambaran radiologis terlihat lesi radiolusen yang telah membesar, telah menjadi persisten atau telah berkembang dari semula. Etiologi kegagalan dapat diklasifikasi sebagai berikut : praperawatan, selama perawatan dan pasca perawatan. Penyebab kegagalan praperawatan dapat disebabkan diagnosis yang salah, seleksi kasus yang buruk atau prognosis yang buruk. Penyebab selama perawatan adalah kesalahan preparasi buka kamar pulpa, preparasi saluran akar, misalnya instumentasi berlebih, instrumentasi kurang, preparasi berlebih, preparasi kurang, pengisian saluran akar yang tidak sempurna, misalnya pengisian berlebih atau pengisian kurang. Penyebab kegagalan pasca perawatan adalah desain restorasi yang buruk, kerusakan restorasi, trauma dan fraktur, bukan karena perawatan endodontik.
Sabtu, 21 Juni 2014
Mikrosirkulasi pada penyakit periodontal
Selasa, 03 Juni 2014
Penatalaksanaan pasien yang dirawat ortodonsia dengan kasus cleft palate dan cleft lip
Tujuan 1:. Mengetahui dan memahami etiologi, patofisiologi dan penatalaksanaan paasien dengan kasus cleft palate dan cleft lip; 2. Mengetahui penatalaksanaan pasien cleft palate dan cleft lip yang dirawat ortodonsi.
Senin, 16 April 2012
UGM Kembangkan Alat Implan Tulang
Selasa, 07 Juni 2011
FDA Approvals: Rapaflo and Akten
FDA Approvals: Rapaflo and Akten
News Author: Yael Waknine
CME Author: Yael Waknine
Sabtu, 14 Mei 2011
Tindakan Pencegahan Penularan Penyakit Infeksi Pada Praktek Dokter Gigi
Jumat, 06 Mei 2011
Resin modified glass-ionomers
Background: According to the classification suggested by McLean, Wilson and Nicholson only three materials, currently marketed, fit the designation of resin modified glass-ionomers. These materials will undergo an acid/base setting reaction but also contain a limited quantity of a monomer that will polymerize as a result of irradiation. The quantity of polymer is limited to the extent that it will not interfere with the normal acid/base setting reaction and will therefore allow for the ion exchange adhesion with tooth structure that is typical of glass-ionomer. There is a third setting reaction incorporated to ensure remaining monomer, that is not affected by irradiation, will still polymerize. A series of experiments were carried out to determine the effect of the three types of setting reaction on the strength, depth of cure and translucency of these three materials.
Methods: Specimens, both with and without irradiation, were subjected to a shear punch strength test. To determine the depth of cure brought about through irradiation, specimens were tested immediately after construction according to the test in ISO – 4049 2000 (E). Translucency is clinically significant and will vary according to whether the material has been subjected to irradiation or cured through the acid/base reaction alone.
Results: The strength of all materials tested was higher in specimens subject to irradiation. The depth of cure was found to be both shade and irradiation time dependent. Irradiated specimens were found to be only marginally more translucent than those allowed to set without irradiation.
Conclusions: It was concluded that, for cavities more than 3mm deep, these materials should be placed incrementally to allow for a full irradiation initiated cure.
Key words: Resin modified glass-ionomer, shear punch strength, depth of cure, translucency.
Senin, 02 Mei 2011
Penyakit Periodontal dan Berat Badan Lahir Rendah
Preterm delivery of low birth weight infants (PLBW) remains a significant public health issue and a leadingcause of neonatal death and long-term neurodevelopmental disturbances and health problems. Recent epidemiological and microbiological-immunological studies have siggested that periodontal disease may be an independent risk factor for PLBW. Postulated mechanisms include translocation of periodontal pathogens to the fetoplacental unit and action of a periodontal reservoir of lipopolysaccharides or inflammatory mediators. However, non-causal explanations for the correlation studies, will be necessary before periodontitis can be considered as a causal factor for PLBW.
Kamis, 28 April 2011
Pengaruh metode bermain terhadap penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
Key Word : Dental health education, role playing, lecture, elementary school edge
Senin, 25 April 2011
Kurang Vitamin C Bisa Ompong?
Kata periodontal berarti "sekitar gigi". Karena itu, penyakit periodontal berarti penyakit pada jaringan di sekitar gigi, yaitu infeksi bakteri yang mengenai gusi dan tulang yang menyokong gigi. Penyakit ini dapat menjadi serius jika tidak ditangani, bahkan dapat menyebabkan tanggalnya gigi.
Penyakit periodontal berhubungan dengan usia. Anak-anak cenderung bebas dari penyakit ini walaupun terdapat plak gigi, namun selama pubertas terdapat peningkatan kerentanan terhadap penyakit ini. Hal ini terbukti lewat fakta lebih dari 65 persen remaja Amerika yang menderita penyakit ini. Demikian pula lebih dari 65 persen dewasa Amerika memiliki kantung gusi akibat penyakit ini.
Penyebab utama penyakit periodontal adalah bakteri yang berada di dalam plak. Namun, terdapat faktor-faktor lain yang juga memengaruhinya, antara lain: merokok, genetik, kehamilan dan pubertas, stres, konsumsi obat-obatan (contohnya: steroid, kontrasepsi oral, obat epilepsi, dan obat-obat jantung tertentu), memakai kawat gigi, kencing manis, gizi buruk, serta penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh (contohnya AIDS).
Jumat, 22 April 2011
Perdarahan Pasca Ekstraksi Gigi, Pencegahan dan Penatalaksanaannya
Tindakan ekstraksi gigi merupakan suatu tindakan yang sehari-hari kita lakukan sebagai dokter gigi. Walaupun demikian tidak jarang kita temukan komplikasi dari tindakan ekstraksi gigi yang kita lakukan. Karenanya kita perlu waspada dan diharapkan mampu mengatasi kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi.
Salah satu komplikasi ekstraksi gigi yang dapat terjadi adalah perdarahan pasca ekstraksi. Dalam mengatasi perdarahan pasca ekstraksi ini, tindakan yang paling utama adalah pencegahan, tetapi bila tetap terjadi kita harus mampu mengatasinya.
Mengingat komplikasi perdarahan pasca ekstraksi gigi dapat disebabkan oleh faktor lokal maupun faktor sistemik, maka pencegahan merupakan hal yang penting. Hal ini terutama apabila perdarahan terjadi karena faktor sistemik seperti kelainan darah (blood dyscrasia), hipertensi, gangguan pembekuan darah, dan apabila pasien mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi pembekuan darah, dan lain-lain.
Bila perdarahan pasca ekstraksi terjadi karena faktor lokal, sebagai seorang dokter gigi kita harus mampu mengatasinya dengan baik. Prinsip-prinsip penatalaksanaan perdarahan pasca ekstraksi karena faktor-faktor lokal adalah dengan melakukan penekanan atau penjahitan yang baik, dan apabila diperlukan dengan pemberian obat-obatan hemostatic agent baik lokal maupun sistemik.
Kamis, 21 April 2011
Pencabutan gigi molar ketiga untuk mencegah terjadinya gigi berdesakan anterior rahang bawah
Selasa, 19 April 2011
Infeksi pada kehamilan
Cermin Dunia Kedokteran edisi ini menerbitkan artikel-artikel yang berhubungan dengan masalah atau komplikasi yang dapat ditemukan pada masa kehamilan, terutama masalah infeksi yang secara teoritis seharusnya dapat dicegah. Selain itu beberapa artikel membahas masalah ginekologi yang juga bisa mempengaruhi kesehatan perempuan.
Beberapa artikel lain ikut melengkapi edisi ini, di antaranya artikel baru mengenai flu burung yang kami sertakan di sini agar Sejawat dapat tetap menerima informasi yang aktual,
Selamat membaca
Download CDK-infeksi pada kehamilan
disini,
atau
disini.
Jumat, 15 April 2011
Vitamin C dan Rongga mulut
Selasa, 12 April 2011
Epulis Kongenitalis
Kelainan pada rongga mulut berbeda dengan penyakit rongga mulut. Kelainan ini bisa merupakan kelainan pertumbuhan dan perkembangan sel. Salah satu jenis kelainan rongga mulut yaitu epulis. Epulis adalah tonjolan yang menyerupai tumor pada gusi (gingival). Pada makalah ini akan dibahas tentang epulis kongenitalis, yaitu epulis pada mukosa bayi yang baru lahir.
Silakan download, trus langsung dibaca, dan jangan lupa memberikan saran dan kritik lewat komentar atau email.